Pasar real estate Armenia tumbuh secara eksponensial antara tahun 2002 dan 2008 dengan harga naik sebesar 570%. Pada tahun 2009 perekonomian negara tersebut dilanda krisis keuangan global dan harga real estat turun secara bertahap selama beberapa tahun berikutnya. Angka-angka tersebut secara umum tidak berubah selama tahun 2014-2017 dan hanya terjadi sedikit pertumbuhan (2%) pada tahun ini.

Seperti terlihat pada tabel, pertumbuhan harga real estat sebelum tahun 2008 setara dengan pertumbuhan PDB negara tersebut dari $2.4 miliar pada tahun 2003 menjadi $11.7 miliar pada tahun 2008. Perekonomian sebagian besar telah pulih sejak saat itu dan PDB akan meningkat.masing-masing sebesar $10.9 miliar pada tahun 2017. Penurunan PDB sebesar 6.6% dibandingkan dengan angka pada tahun 2008 kontras dengan penurunan harga real estat sebesar 42%.
Suku bunga di Armenia masih relatif tinggi. Pada bulan September 2017, bank membayar rata-rata 5.3% pada simpanan dalam USD dan 11% pada simpanan dalam dram Armenia (AMD). Suku bunga yang tinggi menjadikan deposito bank sebagai alternatif yang baik dibandingkan berinvestasi di real estat. Meski begitu, hasil sewa di Armenia juga cukup tinggi dan bisa mencapai 10%. Sebaliknya, suku bunga terus menurun.
Suku bunga rata-rata pinjaman hipotek adalah 10.5% dalam USD pada September 2017. Suku bunga ini masih relatif tinggi dan pinjaman hipotek berada di luar jangkauan sebagian besar penduduk Armenia. Namun, suku bunga hipotek juga mengalami penurunan seiring berjalannya waktu. Misalnya, pada tahun 2015 angkanya mendekati 13%, sedangkan pada tahun 2009 hampir mencapai 18%. ]
Bank Dunia memperkirakan PDB Armenia akan tumbuh sebesar 3.2% pada tahun 2017 dan pemerintah memperkirakan pertumbuhan sebesar 4.5% pada tahun 2018. Terbatasnya pembangunan tempat tinggal baru juga akan berkontribusi pada kenaikan harga real estat.
Harga yang ditampilkan dalam tabel mencerminkan harga rata-rata di distrik pusat Yerevan. Data dikumpulkan dan dipublikasikan oleh pemerintah Armenia di www.cadastre.am.

